Jumat, 04 November 2016

Charity Run: Healthy in Life, Happy After Life

Nama: Theodora Abigail
NIM: 1801385164
DKV Animasi



Cerita singkat sebelum kegiatan

Saya mendapatkan informasi tentang "Charity Run with Alam Sutera Downtown Car Free Day" Healthy in Life, Happy After Life pada tanggal 13 Oktober 2016. Awalnya saya ragu untuk mengikuti kegiatan ini karena saya jarang olah raga dan takut sakit otot keesokkan harinya. Namun, jika dibandingkan dengan manfaatnya, kekhawatiran saya tidaklah penting.

Dengan mengikuti Charity Run kita mendukung pengembangan gaya hidup sehat. Charity run juga memberikan rasa pencapaian yang sesuai dengan kerja keras yang diberikan. Selain itu, pelari kasual Charity Run dapat mengikuti lari ini tanpa mengeluarkan biaya besar. Dengan membuka kesempatan untuk pelari kasual berpartisipasi, event ini akan menarik perhatian banyak orang.

Setelah selesai mengurusi pendaftaran, saya dapat mengampil Race Pack pada 23 Oktober bersama teman saya, Erika. Namun, ketika saya membuka e-mail lewat HP, saya tidak bisa menemukan e-mail yang menyebutkan nomer registrasi saya. Padahal, sebelumnya saya sudah membaca e-mail tersebut lewat komputer. Untung, panitia pembagian race pack sangat pengertian, jadi nama saya dicari di listnya. Setelah menerima racepack, saya kembali pulang dan mengecek e-mail lewat computer lagi. Ternyata memang email tersebut dapat diakses lewat computer, jadi ini merupakan masalah dari app HP.
Di dalam race pack terdapat kaos untuk pelari, peta, dan nomer bib. Jujur, saya bingung ketika melihat petanya karena ada 3 jalur yang dapat diambil, namun saya memutuskan untuk tidak memusingkan hal tersebut.

Pelaksanaan kegiatan

Setiap hari Minggu, Alam Sutera mengadakan Car Free Day mulai jam 6 sampai jam 9 pagi. Namun, Minggu 30 Oktober 2016 berbeda dari biasanya. Setelah memakai kaos yang termasuk dalam race pack, saya bertemu dengan teman-teman dan kami pergi ke start point.


Setahu saya acara ini diadakan untuk mengumpulkan sumbangan ke penderita kanker, sehingga saya terkejut ketika pembawa acara menambahkan bawa acara ini juga diadakan untuk merayakan hari statistic nasional, walaupun terlambat.

Setelah pemanasan, para pelari melewati smoke bomb berwarna pink yang aromanya mengingatkan saya kepada obat nyamuk. Kebanyakan pelari berjalan, tidak berlari. Saya juga mulai berjalan karena masih malu kalau cuma saya yang berlari, namun setelah melewati belokan saya mulai berlari. Saat itulah hari-hari yang saya lewati tanpa olahraga menyerang. Protes otot. Teriakan paru-paru. Jika ini adalah film motivasi, saya akan terus berjuang dan berhasil melewati batasan saya dan keluar sebagai pemenang. Namun sebagai orang yang pernah pingsan, saya memutuskan untuk tidak memaksakan diri dan kembali berjalan. Siklus jalan-lari-jalan-lari ini terus berlanjut hingga garis finish.



Setelah menerima medal dan 2 botol minuman, saya mengikuti peserta lain dan beristirahat. Kami duduk di tengah jalan, namun karena jam Car Free Day masih berlaku, kami tidak mengganggu lalu lintas. Sambil beristirahat, saya mengamati orang-orang yang telah berkumpul untuk senam bersama. Setelah duduk beberapa menit, saya memutuskan untuk kembali. Beberapa hari setelahnya saya ditemani oleh sakit otot, walaupun tidak terlalu parah.

Rabu, 10 Juni 2015

Bakti Sosial: Berbagi Air kepada Pelari--Project CB Kewarganegaraan

Berbagi Air kepada Pelari

Nama: Theodora Abigail
NIM: 1801385164
Hari/tanggal kegiatan: 07 Juni 2015


Saya dan tim CB: Kewarganegaraan mendapatkan kesempatan untuk berbagi air kepada pelari di Gelora Bung Karno.

Cerita Singkat sebelum kegiatan

Ketika kami sepakat untuk melakukan bakti sosial, kami cukup kebingungan dengan kegiatan macam apa yang harus kami lakukan. Hal klasik yang bisa dilakukan adalah bersih-bersih lingkungan dan mengajar anak yang kurang beruntung, tapi haruskah kegiatan sosial berpusat pada hal itu-itu lagi? Sebagai anak jurusan desain, tidak salah jika kami lebih kreatif dalam melakukan kegiatan ini. Inti dari kegiatan bakti sosial adalah berbagi kasih dengan sesama. Kami memutuskan untuk berbagi kasih kepada sesama yang melakukan hal positif, dengan harapan mereka tidak akan jenuh melakukan kegiatan positif tersebut. Kami sepakat kegiatan positif itu adalah berolahraga. Maka, kami mencari tempat yang banyak pelarinya, dan diputuskanlah untuk melakukan kegiatan baksos di Gelora Bung Karno (GBK).

Pelaksanaan Kegiatan

Kami sepakat untuk berkumpul pada jam 7 di gerbang 3 GBK. Setelah diskusi singkat, kami pun memulai kegiatan.

Banyak yang menolak tawaran air gratis kami, namun kami pantang menyerah. Kami terus berusaha dan fokus pada keberhasilan, sampai lupa akan dus air kami.

Pada akhirnya, semua air berhasil kami bagikan. Kami tidak hanya membagikan kepada pelari, tetapi juga kepada sukarelawan pemeriksaan kesehatan. Itu juga kebiasaan baik yang harus kita lestarikan.

Semoga, kegiatan positif tersebut bisa menjadi kebiasaan positif, dan semoga kebiasaan positif tersebut bisa menjadi gaya hidup positif Indonesia.