NIM: 1801385164
DKV Animasi
Cerita singkat sebelum kegiatan
Saya mendapatkan informasi tentang "Charity Run with
Alam Sutera Downtown Car Free Day" Healthy in Life, Happy After Life pada
tanggal 13 Oktober 2016. Awalnya saya ragu untuk mengikuti kegiatan ini karena
saya jarang olah raga dan takut sakit otot keesokkan harinya. Namun, jika
dibandingkan dengan manfaatnya, kekhawatiran saya tidaklah penting.
Dengan mengikuti Charity Run kita mendukung pengembangan
gaya hidup sehat. Charity run juga memberikan rasa pencapaian yang sesuai
dengan kerja keras yang diberikan. Selain itu, pelari kasual Charity Run dapat
mengikuti lari ini tanpa mengeluarkan biaya besar. Dengan membuka kesempatan
untuk pelari kasual berpartisipasi, event ini akan menarik perhatian banyak
orang.
Setelah selesai mengurusi pendaftaran, saya dapat mengampil
Race Pack pada 23 Oktober bersama teman saya, Erika. Namun, ketika saya membuka
e-mail lewat HP, saya tidak bisa menemukan e-mail yang menyebutkan nomer
registrasi saya. Padahal, sebelumnya saya sudah membaca e-mail tersebut lewat komputer.
Untung, panitia pembagian race pack sangat pengertian, jadi nama saya dicari di
listnya. Setelah menerima racepack, saya kembali pulang dan mengecek e-mail
lewat computer lagi. Ternyata memang email tersebut dapat diakses lewat computer,
jadi ini merupakan masalah dari app HP.
Di dalam race pack terdapat kaos untuk pelari, peta, dan
nomer bib. Jujur, saya bingung ketika melihat petanya karena ada 3 jalur yang
dapat diambil, namun saya memutuskan untuk tidak memusingkan hal tersebut.
Pelaksanaan kegiatan
Setiap hari Minggu, Alam Sutera mengadakan Car Free Day
mulai jam 6 sampai jam 9 pagi. Namun, Minggu 30 Oktober 2016 berbeda dari
biasanya. Setelah memakai kaos yang termasuk dalam race pack, saya bertemu
dengan teman-teman dan kami pergi ke start point.
Setahu saya acara ini diadakan untuk mengumpulkan sumbangan
ke penderita kanker, sehingga saya terkejut ketika pembawa acara menambahkan
bawa acara ini juga diadakan untuk merayakan hari statistic nasional, walaupun
terlambat.
Setelah pemanasan, para pelari melewati smoke bomb berwarna
pink yang aromanya mengingatkan saya kepada obat nyamuk. Kebanyakan pelari
berjalan, tidak berlari. Saya juga mulai berjalan karena masih malu kalau cuma
saya yang berlari, namun setelah melewati belokan saya mulai berlari. Saat
itulah hari-hari yang saya lewati tanpa olahraga menyerang. Protes otot. Teriakan
paru-paru. Jika ini adalah film motivasi, saya akan terus berjuang dan berhasil
melewati batasan saya dan keluar sebagai pemenang. Namun sebagai orang yang
pernah pingsan, saya memutuskan untuk tidak memaksakan diri dan kembali
berjalan. Siklus jalan-lari-jalan-lari ini terus berlanjut hingga garis finish.
Setelah menerima medal dan 2 botol minuman, saya mengikuti
peserta lain dan beristirahat. Kami duduk di tengah jalan, namun karena jam Car
Free Day masih berlaku, kami tidak mengganggu lalu lintas. Sambil beristirahat,
saya mengamati orang-orang yang telah berkumpul untuk senam bersama. Setelah
duduk beberapa menit, saya memutuskan untuk kembali. Beberapa hari setelahnya
saya ditemani oleh sakit otot, walaupun tidak terlalu parah.













